Minggu, 21 Juli 2013

Tepat 3 Bulan Yang Lalu



Tepat 3bulan yang lalu. Minggu, 21 April 2013 jam 21:32, kita mulai perjalanan cinta kita. Perjalanan cinta yang baru. Yang ku harap tidak akan membuatku terluka lagi seperti sebelumnya. Yang ku harap akan menjadi sesercah kilauan cahaya penyemangat dihidupku. Yang aku harap kamu tak akan menjadi duplikat dirinya yang telah menyakitiku.

Aku menulis ini hanya sekedar ingin mengulang dan mengingatkan betapa singkatnya kisah cinta kita. Memang semuanya telah menjadi kenangan. Ketika semua tak seperti harapan. Banyak mimpi yang ku bangun bersamamu. Banyak hal yang ingin aku lakukan ketika bersamamu. Tapi, semua sirna. Semua berakhir dengan cepat tak seperti harapanku. Banyak harapan yang kini hanya menjadi angan-angan belaka. Kau begitu ceepat memutuskan semuanya. Padahal aku telah bersusah payah berjuang agar semuanya tak menjadi sia-sia. Aku selalu mengutamakan perasaanmu, tapi kamu tidak. Aku selalu menjadikanmu yang pertama, tapi kamu tidak. Aku selalu tak ingin membiarkanmu sendirian, tapi kamu tidak. Aku selalu mengkhawatirkanmu dan mungkin kali ini kamu juga tidak.
Pernah kah kamu bayangkan betapa sulitnya menjadi diriku? Selalu menjadi yang salah jika pertengkaran kecil mulai timbul. Selalu menyayangimu walaupun  kadang kau tak menghiraukan apa yang ku lakukan. Selalu menjadi sosok yang selalu bersabar menghadapi sifat keras kepalamu yang kadang bahkan seperti kekanak kanakan itu. Selalu menutupi tangisku dengan senyuman. Selalu tak kau gubris bahkan kadang tak kau anggap.  Aku kira kamu bisa berubah. Kamu bisa bertahan  layaknya aku bertahan untukmu. Untuk hubungan kita. Aku kira kamu bisa sekuat dan setegar aku.

Sudah larut malam. Aku harap kamu ingat hari bahagia kita. Aku belum tidur karena menunggu sebuah pesa singkat yang isinya adalah ucapan manis untuk hari bahagia itu. Jam 00:11 , ada sebuah pesan singkat dan aku harap itu kamu. Ya, benar itu dari kamu, Sayang. Aku tertawa kecil sambil menangis bahagia. Aku senang kamu mengingatnya, Sayang. 

Untuk setiap doa yang kau tulis dipesan singkatmu aku harap semua itu bukan hanya doa tapi kelak akan menjadi kenyataan. Untuk setiap doa yang kita panjatkan bersama-sama aku harap doa itu tulus dari hati kecilmu yang paling dalam. Untuk setiap doa yang kita panjatkan bersama-sama aku harap bukan hanya sekedar doa belaka. 

Seperti permintaanmu pada malam itu, aku tak akan pernah meninggalkanmu, Sayang:’)
Aku menyayangimu.
Kemaren, Hari ini, Besok, Lusa, bahkan untuk Selamanya:’)

Sabtu, 13 Juli 2013

Ketika Semua Indah Pada Waktunya

Belum pernah sebelumnya ku begini. Merasakan cinta yang tak ku mengerti. Awalnya memang biasa. Hanya perkenalan antara anak remaja. Dan ketika kita mulai sering bercengkrama. Rasa itu semakin ku rasa. Awalnya ku kira hanya sesaat. Lama-lama aku merasa semuanya berbeda. Cemburu,khawatir,rindu,bergejolak menjadi satu. Pada awalnya ku tak yakin semua akan menjadi indah. Seperti tak ada harapan yang terlihat. Bagaikan lorong yang terus ku jalani tapi saat ku menemukan ujungnya, itu buntu
Mulai sirna. Harapanku mulai tak mu hiraukan lagi. Lihat, dia saja tak perduli. Mengapa aku harus begitu lelah memperjuangkannya? Lupakan. Mungin semuanya hanya khayalan. Tapi, ketika aku mulai tak berharap dia datang kearahki. Seolah-olah membawa harapan yang membuatku kembali berharap lebih. Argh! Aku tak ingin berharap lebih seperti dulu.
Mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku terlalu lebay mengartikan semua ini. Mungkin dia hanya ingin membuatku senang. Ya. Mungkin itu tujuan utamanya. Tapi, lambat laun aku merasa ini bukan hanya khayalanku saja. Ini kenyataan! Tetap aku tak ingin berharap banyak. Aku tak ingin sakit lagi. Biarlah ku pendam saja. Biarkan semua ini berlalu begitu saja seperti air yang mengalir. Lambat laun, ku mulai yakin. Dia benar-benar mulai menunjukkan bahwa dia menyayangiku. Ku coba untuk tidak berharap banyak.
Tapi, aku tak bisa jika terus begini untuk waktu yang lama. Aku butuh kepastian. Ya, aku wanita tidak mungkin aku berlarut-larut dalam status yang tidak jelas. Aku mulai membicarakannya perlahan. Aku mulai bertanya bagaimana hubungan kita selanjutnya. Tapi, dia hanya diam dan mengalihkan pembicaraan. Aku mulai geram. Dian dan menunggu adalah tugasku saat itu. Kadang lelah. Tapi, aku bertahan karenaku yakin ini tak akan sia-sia.

Dan, malam itu. Malam yang biasa saja tapi saat dia mengatakan kata-kata yang membuat hatiku menjadi sangat berbunga-bunga dan membutku menjadi yakin bahwa semua akan indah pada waktunya. Sejak saat itu semuanya berbeda. Semua menjadi lebih indah. Aku mencintaimu, Sayang.
Terimakasih, saat kau mulai menjadi penyemangat dalam hidupku, mulai menjadi bagian terindah dalam setiap hari-hari yang aku lalui, mulai menjadi bagian hidupku yang sangat berarti, mulai menjadi penyebab senyumku.