Minggu, 24 Maret 2013

Pesanku

Hai kamu yang disana, masih ingat aku?
Iya.. aku masalalu yang sudah lama mungkin tak muncul dihidupmu
Tenang! Aku tak ingin mengusikmu
Aku hanya ingin tahu bagaimana kamu sekarang

Apa kamu baik-baik saja?
Apa pacarmu yang sekarang selalu mengingatkanmu makan?
Apa pacarmu yang sekarang selalu menyemangatimu saat kamu ada pertandingan?
Apa pacarmu yang sekarang selalu sabar menunggumumu saat kamu sibuk dengan teman-temanmu?
Apa pacarmu yang sekarang selalu mendoakanmu?
Kamu bahagiakan dengannya?
Semoga saja jawabannya iya..


Inikan yang kamu mau?
Bahagia bersamanya?
Ok.. aku sadar diri
Aku memang tak pantas untukmu
Aku memang tak bisa membuatmu bahagia
Aku memang tak secantik dia


Hanya dia yang paling sempurna untukmu
Hanya dia yang paling bisa mengertimu

Tapi.. apa boleh sedikit aku merindukanmu?
Aku tak meminta kau balik merindukanku

Aku hanya ingin mengingat kenangan kita dulu,boleh saja kan?
Aku masih ingat semua perkataanmu saat kita bersama
Aku masih ingat dulu kau berkata ingin menghabiskan weekend mu denganku, apa sekarang kau melakukan hal yang sama dengannya?
Aku masih ingat dulu kau juga berkata kemanapun kau akan pergi asalkan bersamaku pasti kau akan bahagia, apa kau juga berkata begitu dengannya?
Aku masih ingat dulu bagaimana kamu menggenggam tanganku begitu erat, apa hal yang sama kau lakukan dengannya?
Aku masih ingat dulu bagaimana kamu merangkulku dengan hangatnya, apa kamu sekarang merangkulnya seperti itu juga?
Ku harap begitu..

Ku mohon
Jangan kau buat dia merasakan sakit yang kurasakan dulu
Jangan kau buat dia merasa terabaikan seperti yang ku rasakan dulu
Jangan kau buat dia meneteskan airmata dari matanya

Tolong
Jaga dia
Rangkul dia
Buat dia selalu tersenyum

 Ya.. sampai sini dulu ya aku terlalu banyak omong
Maaf aku hadir kembali kehidupmu
Maaf mungkin aku mengusikmu
Hanya itu pesanku
Semoga kau bahagia selamanya bersamanya

Byee...

Sabtu, 23 Maret 2013

Puncak Keegoisan

Kadang Ini Kisah Nyata, Tapi Bisa Juga Hanya Sekedar Karangan :)


Sore itu gerimis kecil mulai turun membasahi jalanan. Marsya pun mulai cemas, karena sebenarnya sore itu dia berencana untuk pergi menikmati udara sejuk bersama Adit. Tapi, gerimis kecil itu tiba-tiba berubah menjadi semakin besar. Ya.. Hujan pun membasahi jalan, air yang jatuh dari langit itu sangat deras membuat Marsya menjadi semakin cemas.
Dilihatnya handphone nya yang sejak tadi selalu ditangannya. Ada satu pesan dari Adit yang tiba-tiba membuat mukanya berubah menjadi cemberut "Maafin aku,kita gk bisa jalan didaerah rumahku ujannya deras banget. Besok aja ya"
Dengan kesalnya Marsya pun membalas pesan singkat itu "Oh,kamu gitu ya? Aku udah bela-belain gk ikut kerja kelompok cuma buat jalan sama kamu tapi tiba-tiba kamu ngebatalin"
Tidak lama kemudian pesan singkat dari Adit pun membuat handphone Marsya bergetar "Maafin aku,ini semua bukan salahku tapi keadaan yang gk memungkinkan. Kalo kita paksain ntar kamu kemaleman pulangnya,aku gk enak sama mamah kamu"
Marsya pun tidak terima dengan semua ini, dia merasa sudah mengorbankan waktunya hanya untuk bertemu Adit tapi karna hujan yang membuat semuanya menjadi tak bisa terjadi


Keesokkan harinya..
Marsya masih jengkel akibat kejadian semalam. Seperti biasa,setiap pagi dia dijemput Adit pergi kesekolah
Adit merasa bingung,tidak biasanya Marsya hanya diam saja tidak banyak biacara seperti sebelumnya
Adit tau ada yang salah dari dirinya

Dipandangnya jam tangannya, jarum pendek jam itu sudah berada diangka 2 dan jarum panjangnya diangka 12. Adit pun bergegas pulang dan menyalakan motornya untuk menjemput Marsya disekolahnya. Baru saja Adit menyalakan mesin motornya pesan singkat dari Masrya mmebuat handphone nya berbunyi "Gk usah jemput aku,aku hari ini pulang sama temen"
Adit merasa heran tidak seperti biasanya Marsya tak mau dijemput. Adit tau memang ada yang salah darinya


Adit mencoba mencari tahu ada apa sebaenarnya semua ini? Mengapa Marsya tiba-tiba berubah drastis seperti ini?

 Malam harinya Adit pergi kerumah Marsya karena malam itu adalah malam minggu memang jadwal Adit untuk kerumah Marsya. Tapi, masih seperti pagi tadi Marsya lebih banyak diam. Tak banyak kata yang terucap dari bibir tipis yang berwarna pink itu
"Kenapa sih kamu tiba-tiba berubah cuek gini? Aku ada salah apa?" tanya Adit
"Salah apa? Jadi, dari kemaren kamu gk sadar sama salah kamu?!" kata Marsya dengan nada lumayan membentak
"Soal yang kemaren? Astaga..itu semua bukan kemauanku kan? Aku juga pengen jalan tapi keadaan yang gk memungkinkan" jelas Adit
"Alah! Alasan! Km aja yg emang gk mau jalan sama aku!" kata Marsya dengan nada yang tinggi
"Ok,aku yang salah. Aku gk bisa bikin km bahagia. Km bosankan dengan aku? Gk bahagia kan?" tutur Adit
"Kenapa sih km selalu ngomong gitu? Kalo aku gk bahagia,kalo aku bosen udah aku tinggalin km!" tegas Marsya
"Yakin? Aku rasa km emang gk bahagia sama aku" kata Adit
"Bukannya km yg bahagia sama aku? Aku ini cerewet,suka ngambek,banyak maunya. Kenapa km masih bisa bertahan sama aku?" tutur Marsya
"Kalo km bosen bilang aja ya. Aku sadar aku emang bukan yang terbaik buat km. Aku gk bisa bikin km bahagia. Aku gk bisa jadi kaya yg km mau. Tapi,aku selalu mencoba adi yang terbaik buat km" kata Adit dengan nada lembut
Marsya pun sejenak terdiam. Dia merasa kalau dirinya terlalu egois dan tak memikirkan perasaan Adit
"Maaf aku terlalu egois. Aku gk bisa ngerti kamu. Maffin aku" kata Marsya dengan nada menyesal
Adit pun tersenyum kecil menatap Marsya, dipengangnya jemari tangan Marsya kemudian dipeluknya dengan erat tubuh Marsya
"Iya,gk apa-apa kok. Aku tahu km pasti marah sama aku,tapi aku mohon km ngerti aku" jawab Adit

Sejak kejadian itu mereka pun mulai mengerti,bahwa keegoisan tak bisa dibalas dengan keegoisan juga


Maaf aku hanya seorang penulis amatir yang sedang belajar untuk menjadi seorang penulis hebat. Maaf jika cerita ini terlalu bertele-tele dan membosankan :)

Aku Masih Seperti Biasa

Yaa.. Aku tahu kita sudah berakhir. Hubungan kita sekarang hanya sebatas teman dan tak akan ada yang spesial lagi diantara kita.
Yaa.. Aku tahu sekarang aku harus menajalani hari-hariku tanpa ada kamu yang dulu selalu jadi penyemangat untukku.
Yaa.. Aku juga tahu sekarang kamu babas karena sudah tak ada lagi aku yang cerewet selalu mengaturmu dan selalu tak ingin jauh darimu.


Tapi,..
Aku masih seperti biasa, duduk manis sambil menunggumu selesai dengan segala urusan dan kesibukkanmu,
Aku masih seperti biasa, menahan kantuk ku hanya sekedar untuk menunggu sms/bbm dari kamu.
Aku masih seperti biasa, khawatir dengan keadaanmu.
Aku masih seperti biasa, mendoakanmu agar kamu baik-baik saja meskipun kini semuanya ku lakukan dari kejauhan


Aku tahu sebenarnya hal yang ku lakukan ini bodoh,konyol,tolol.
Tapi,aku tak bisa berhenti melakukannya.
Aku seolah-olah kecanduan oleh kebiasaan rutin yang biasa ku lakukan terhadapmu.
Aku tak bisa menghapus kebiasaan itu.


Dia selalu saja membuat tanganku tak bisa lepas dari handphone ku.
Dia selalu saja menghantui pikiranku.
Dia selalu saja muncul disetiap mimpiku.

Ada apa denganku? Tak pernah sebelumnya aku seperti ini.
Tak pernah sebelumnya aku merasakan rasa khawatir seberlebihan ini.
Apa dia istimewa? Apakah ini yang disebut cinta yang sesungguhnya?

Entahlah...

Awal Perjumpaan Itu

Seperti biasa aku mengawali hariku dengan berangkat kesekolah berboncengan menggunakan motorku bersama adik ku. Entah kenapa beberapa hari disaat itu aku selalu berangkat agak siang. Ketika aku sedang menuju sekolah adik ku,aku berpapasan dengan seorang pria.Yaa..aku tak mengenalnya tapi tatapan matanya yang menatapku tajam dikala itu membuatku jatuh hati. Sejak saat itu aku mulai menyukainya.

Keesokkan harinya aku pun bergegas pergi kesekolah,dan berharap pagi itu aku bertemu dengannya lagi. Ku perlambat laju motorku agar aku bisa melihat mata sipit yang dilindungi oleh kacamata itu. Tak sesuai harapan, pagi itu aku tak berjumpa dengannya. Mungkin aku belum beruntung.

Ku coba lagi keesokka harinya,besok lagi,lagi,dan lagi hanya untuk melihat sosok itu.
Perlahan ku coba mencari tahu semua tentangnya. Ku coba bertanya dengan teman-teman ku yang memang satu sekolah dengannya. Tak ada yang tau dengan ciri-ciri yang ku sebutkan.
Harapanku untuk mengenalnya mulai pupus.

Tapi, tidak lama kemudian aku mulai mengetahui siapa dia.
Aku mengetahui siapa dia. Dia adalah salah satu teman dari sahabatku yang sedang dekat dengan sahabatku yang lainnya. Ketika aku mengetahui itu,senyumku mulai sirna harapanku mulai tak mungkin tergapai.

Aku mulai tak ingin memikirkannya lagi,mulai mencoba melupakan kejadian beberapa waktu itu, mulai mencoba menghapus bayangannya yang selalu menghantuiku.