Kadang Ini Kisah Nyata, Tapi Bisa Juga Hanya Sekedar Karangan :)
Sore itu gerimis kecil mulai turun membasahi jalanan. Marsya pun mulai cemas, karena sebenarnya sore itu dia berencana untuk pergi menikmati udara sejuk bersama Adit. Tapi, gerimis kecil itu tiba-tiba berubah menjadi semakin besar. Ya.. Hujan pun membasahi jalan, air yang jatuh dari langit itu sangat deras membuat Marsya menjadi semakin cemas.
Dilihatnya handphone nya yang sejak tadi selalu ditangannya. Ada satu pesan dari Adit yang tiba-tiba membuat mukanya berubah menjadi cemberut "Maafin aku,kita gk bisa jalan didaerah rumahku ujannya deras banget. Besok aja ya"
Dengan kesalnya Marsya pun membalas pesan singkat itu "Oh,kamu gitu ya? Aku udah bela-belain gk ikut kerja kelompok cuma buat jalan sama kamu tapi tiba-tiba kamu ngebatalin"
Tidak lama kemudian pesan singkat dari Adit pun membuat handphone Marsya bergetar "Maafin aku,ini semua bukan salahku tapi keadaan yang gk memungkinkan. Kalo kita paksain ntar kamu kemaleman pulangnya,aku gk enak sama mamah kamu"
Marsya pun tidak terima dengan semua ini, dia merasa sudah mengorbankan waktunya hanya untuk bertemu Adit tapi karna hujan yang membuat semuanya menjadi tak bisa terjadi
Keesokkan harinya..
Marsya masih jengkel akibat kejadian semalam. Seperti biasa,setiap pagi dia dijemput Adit pergi kesekolah
Adit merasa bingung,tidak biasanya Marsya hanya diam saja tidak banyak biacara seperti sebelumnya
Adit tau ada yang salah dari dirinya
Dipandangnya jam tangannya, jarum pendek jam itu sudah berada diangka 2 dan jarum panjangnya diangka 12. Adit pun bergegas pulang dan menyalakan motornya untuk menjemput Marsya disekolahnya. Baru saja Adit menyalakan mesin motornya pesan singkat dari Masrya mmebuat handphone nya berbunyi "Gk usah jemput aku,aku hari ini pulang sama temen"
Adit merasa heran tidak seperti biasanya Marsya tak mau dijemput. Adit tau memang ada yang salah darinya
Adit mencoba mencari tahu ada apa sebaenarnya semua ini? Mengapa Marsya tiba-tiba berubah drastis seperti ini?
Malam harinya Adit pergi kerumah Marsya karena malam itu adalah malam minggu memang jadwal Adit untuk kerumah Marsya. Tapi, masih seperti pagi tadi Marsya lebih banyak diam. Tak banyak kata yang terucap dari bibir tipis yang berwarna pink itu
"Kenapa sih kamu tiba-tiba berubah cuek gini? Aku ada salah apa?" tanya Adit
"Salah apa? Jadi, dari kemaren kamu gk sadar sama salah kamu?!" kata Marsya dengan nada lumayan membentak
"Soal yang kemaren? Astaga..itu semua bukan kemauanku kan? Aku juga pengen jalan tapi keadaan yang gk memungkinkan" jelas Adit
"Alah! Alasan! Km aja yg emang gk mau jalan sama aku!" kata Marsya dengan nada yang tinggi
"Ok,aku yang salah. Aku gk bisa bikin km bahagia. Km bosankan dengan aku? Gk bahagia kan?" tutur Adit
"Kenapa sih km selalu ngomong gitu? Kalo aku gk bahagia,kalo aku bosen udah aku tinggalin km!" tegas Marsya
"Yakin? Aku rasa km emang gk bahagia sama aku" kata Adit
"Bukannya km yg bahagia sama aku? Aku ini cerewet,suka ngambek,banyak maunya. Kenapa km masih bisa bertahan sama aku?" tutur Marsya
"Kalo km bosen bilang aja ya. Aku sadar aku emang bukan yang terbaik buat km. Aku gk bisa bikin km bahagia. Aku gk bisa jadi kaya yg km mau. Tapi,aku selalu mencoba adi yang terbaik buat km" kata Adit dengan nada lembut
Marsya pun sejenak terdiam. Dia merasa kalau dirinya terlalu egois dan tak memikirkan perasaan Adit
"Maaf aku terlalu egois. Aku gk bisa ngerti kamu. Maffin aku" kata Marsya dengan nada menyesal
Adit pun tersenyum kecil menatap Marsya, dipengangnya jemari tangan Marsya kemudian dipeluknya dengan erat tubuh Marsya
"Iya,gk apa-apa kok. Aku tahu km pasti marah sama aku,tapi aku mohon km ngerti aku" jawab Adit
Sejak kejadian itu mereka pun mulai mengerti,bahwa keegoisan tak bisa dibalas dengan keegoisan juga
Maaf aku hanya seorang penulis amatir yang sedang belajar
untuk menjadi seorang penulis hebat. Maaf jika cerita ini terlalu
bertele-tele dan membosankan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar